Bukan Permusuhan dalam Perbedaan, Tetapi Persatuan dalam Perbedaan. #UnityForUs

Selasa, 13 Maret 2012

Namanya juga 32 anak!

     Udah memasuki semester 2 nih,  malah hampir 2 minggu lagi UTS. Waktu emang berasa cepet banget ya, dan semoga dihabiskan dengan hal-hal yang bermanfaat ya! Dan terasa cepet juga berada di kelas X ini, bersama-sama temen-temen panzer yang baik hati, (kecuali yang gak) :P
    
     Proses adaptasi dimulai setelah nama kami masing-masing tertulis di kertas yang ditempel di depan X-6 setelah MOS. Ya mungkin ada yang beberapa udah kenal dengan nama yang sama-sama dikelompokkan di kelas X-4, beberapa mungkin juga ada yang belum kenal satupun. Hari esoknya, kami duduk dengan rapi dengan semangat yang berapi-api untuk memulai hari pertama KBM di sekolah kami tercinta. Perkenalan saat setiap guru masuk menjadi bahan pembelajaran pada minggu itu. Boseen sekali mendengarkan Nama saya, Alamat saya, Hobi saya, Cita-cita saya, yang udah berapa kali diulang ya -_- pelajaran yang tanpa perkenalan murid-muridnya itu pelajarannya bapak tercinta kami, bapak fisika terbaik di purworejo, Bapak Sutrisno :D

     32 anak dari berbagai macam SMP, daerah, kota bahkan provinsi menjadi satu disini. Layaknya orang berpacaran, pasti ada adaptasi kan? Hahaha adaptasi bergulir apa adanya, seperti air mengalir yang tiada lelahnya mengalir dari atas ke bawah dari atas ke bawah dan akan berhenti sampai tidak ada lagi air. Begitu juga kami, adaptasi termasuk dalam sosialisasi bukan? Iya bukan sih? Ya—pokoknya intinya kalau proses sosialisasi itu akan selalu berkembang dan tiada henti sampai mahkluk-makhluk tersebut musnah. *kok malah jadi sosiologi?* -___-

     Adaptasi dengan guru, adaptasi dengan seragam yang membuat penggunanya semakin keren, dan adaptasi dengan teman-teman sekelas yang unyu-unyu banget sifat-sifatnya, (seperti yang dijabarkan di postingan Kenalan Yuk!) terasa asiiik sekali. Udah berapa pengalaman yang kami lewati bersama, eh gaktaunya waktu semakin menipis dan menipislah waktu kami di kelas tercinta ini :(.  Perbedaan yang muncul banyak bangeet. Menggabungkan 2 orang menjadi 1 pasangan aja susah, apalagi 32 anak? Eh tapi jangan sangka lho, kalau perbedaan itu pasti membawa energi negatif. Buktinya kami nggak! Amin. Berbagai pendapat saat evaluasi kelas, pembagian kelompok, buat seragam identitas kelas, berunding suatu tugas/masalah itu banyak banget perbedaan. Yang satu pengennya ini, yang dua pengennya ini, yang 29 pengennya beda lagi. Tapi disitu letak asiknya, letak dimana kekeluargaan kami dieratkan, letak kekompakan kami disatukan. Seruuu banget debat, keras-kerasan suara, cekcok pendapat, dan lain-lain, eh tapi itu semua juga termasuk mendidik pribadi kita lho. Gimana kita menerima pendapat orang lain, sifat orang lain, menghargai satu sama lain, dan kita juga jadi belajar memahami kalau hidup itu tidak selalu seperti yang kita inginkan kan? Kecuali kalo kita hidup sendiri, nah manusia kan gak bisa hidup tanpa manusia yang lain, harus menerima segala perbedaan yang ada. Jadi intinya, perbedaan itu wajar, malah seru. Sekarang gimana kitanya menyikapi perbedaan itu, membuat energi positif dari perbedaan yang ada, membuat semuanya semakin indah *aduh, alaynya kumat* Haha takhlukan perbedaan itu, satukan jiwa, cita bersama-sama! :)

     Walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Hidup Panzer! Hidup Smansa! Hidup Indonesia! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarnya yang baik-baik ya. Jangan komen spam karena gak bakal dimunculin komennya. :)